Karena banyaknya museum yang bisa didatangin jadi saya bikin lagi #TourDeMuseum ke 2, kali ini pesertanya lebih sedikit sih, tapi tetap menyenangkan.
Tujuan pertama ke Museum Tekstil yang berlokasi di Tanah Abang, dan macet bangettttt... tapi dengan semangat 45 tetap nekat kesana, sempet bingung sih cari lokasinya dan tanya ke bapak-bapak di pinggir jalan, eh masa dia bilang saya kasih tahu aja sekalian ikut naik mobil. Oh nooo, bukannya nggak mau bantu tapi kan ngeri yah.
Ya sudah dengan informasi yang minim tetap coba nyari, tapi setelah terjebak macet dan juga sulitnya cari tempat parkir akhirnya nyerah. Gagal deh rencana bikin batik. Mudah-mudahan lain kali bisa mampir ke sini.
Langsung ke tempat tujuan ke 2, Museum Taman Prasasti. Disini kita bisa lihat nisan-nisan dari orang-orang Belanda, Inggris, dan juga Indonesia. Nisannya dibuat bagus banget, banyak juga dilengkapi dengan patung-patung. Setahu saya sih disini beberapa hanya nisan saja, tapi jenasahnya sudah dipindah. Oh iya kalo datangnya siang-siang sih nggak spooky koq, dan kebetulan pas saya lagi disana lagi ada shooting jadinya rame deh. Sayangnya banyak orang-orang yang nggak peduli sama benda-benda bersejarah jadi banyak nisan dan juga patung yang dirusak sama manusia-manusia jail, dicoret-coret pake pilox, sedih liatnya...
Abis itu lanjut deh ke Museum Nasional, atau dikenal juga dengan Museum Gajah. Sebenarnya saya sudah pernah sih kesini, tapi dah lama banget waktu masih sekolah, kalo ngak salah pas masih jaman SD deh ada karyawisata ke museum.
Beberapa patung disini masih dalam keadaan baik, tapi sayang keterangan dan juga penjelasan soal patung sudah banyak yang nggak bisa kebaca atau malah hilang. Tapi sebenarnya saya sempet bingung, bukannya kalo patung itu nggak boleh yah dipegang-pegang nanti cepat rusak, nah ini naruhnya segerombolan yang gampang dijangkau dan dipegang. Hmm..
Selain itu patung, di museum ini juga ada berbagai macam barang yang bisa kita liat mulai dari kerajinan perunggu, tanah liat, keramik, kain, prasasti, kerajinan berbagai propinsi, alat musik sampai alat transportasi. Museum Gajah termasuk museum yang cukup besar, dengan koleksi barang yang bervariasi, jadi kalo mau kesini dan mau lihat semua yang dipajang harus meluangkan waktu cukup banyak biar nggak buru-buru.
Langsung menuju Jakarta Utara, next stop Menara Syah Bandar, atau juga dikenal sebagai Menara Miring, jadi kalo di Italy ada menara Pisa, kita disini juga punya. Naik keatas menggunakan tangga kayu, agak parno juga sih naiknya secara saya agak takut sama yang namanya ketinggian. Sampai diatas masih ngeri juga, soalnya kayunya itu rengang-rengang jadi bisa langsung lihat kebawah, dan karena umur menara sudah tua juga, jadi kepikiran kalau.. kalau.. kalau...
Tapi lupakan ketakutan itu, soalnya pas lihat ke jendela.. wahh ternyata pemandangannya cukup menyenangkan, dari sisi kiri bisa lihat Pelabuhan Sunda Kelapa, dan sisi kanan bisa liat gedung-gedung VOC yang sekarang sudah jadi restaurant itu. Nah yang jadi PR berikutnya adalah gimana caranya turun tanpa takut?
Sampai juga dibawah, langsung jalan kaki ke Museum Bahari, sesuai dengan namanya disini banyak disimpan kapal-kapal, ada juga binatang-binatang laut yang diawetin. Nah disini juga ada bagian yang agak spooky pas naik ke atap, ngak ada apa-apa sih cuman ruangan gelap dan lorong gitu, tapi kenapa disitu berasanya nggak enak yah... *jeng jengggggg.... jangan-jangan.....
Anyway, kita disini cukup lama soalnya banyak juga barang yang bisa dilihat dan museumnya lumayan besar, tapi sama seperti berbagai museum di Jakarta, museum ini juga kurang terawat, banyak kayu-kayu yang lapuk.
Beberapa patung disini masih dalam keadaan baik, tapi sayang keterangan dan juga penjelasan soal patung sudah banyak yang nggak bisa kebaca atau malah hilang. Tapi sebenarnya saya sempet bingung, bukannya kalo patung itu nggak boleh yah dipegang-pegang nanti cepat rusak, nah ini naruhnya segerombolan yang gampang dijangkau dan dipegang. Hmm..
Selain itu patung, di museum ini juga ada berbagai macam barang yang bisa kita liat mulai dari kerajinan perunggu, tanah liat, keramik, kain, prasasti, kerajinan berbagai propinsi, alat musik sampai alat transportasi. Museum Gajah termasuk museum yang cukup besar, dengan koleksi barang yang bervariasi, jadi kalo mau kesini dan mau lihat semua yang dipajang harus meluangkan waktu cukup banyak biar nggak buru-buru.
Langsung menuju Jakarta Utara, next stop Menara Syah Bandar, atau juga dikenal sebagai Menara Miring, jadi kalo di Italy ada menara Pisa, kita disini juga punya. Naik keatas menggunakan tangga kayu, agak parno juga sih naiknya secara saya agak takut sama yang namanya ketinggian. Sampai diatas masih ngeri juga, soalnya kayunya itu rengang-rengang jadi bisa langsung lihat kebawah, dan karena umur menara sudah tua juga, jadi kepikiran kalau.. kalau.. kalau...
Tapi lupakan ketakutan itu, soalnya pas lihat ke jendela.. wahh ternyata pemandangannya cukup menyenangkan, dari sisi kiri bisa lihat Pelabuhan Sunda Kelapa, dan sisi kanan bisa liat gedung-gedung VOC yang sekarang sudah jadi restaurant itu. Nah yang jadi PR berikutnya adalah gimana caranya turun tanpa takut?
Sampai juga dibawah, langsung jalan kaki ke Museum Bahari, sesuai dengan namanya disini banyak disimpan kapal-kapal, ada juga binatang-binatang laut yang diawetin. Nah disini juga ada bagian yang agak spooky pas naik ke atap, ngak ada apa-apa sih cuman ruangan gelap dan lorong gitu, tapi kenapa disitu berasanya nggak enak yah... *jeng jengggggg.... jangan-jangan.....
Anyway, kita disini cukup lama soalnya banyak juga barang yang bisa dilihat dan museumnya lumayan besar, tapi sama seperti berbagai museum di Jakarta, museum ini juga kurang terawat, banyak kayu-kayu yang lapuk.
Selesai semua ke museum-museum tujuan, sekarang kita ke Pelabuhan Sunda Kelapa, salah satu pelabuhan tertua di Jakarta karena sudah ada sejak abad ke 12. Nah waktu kesini sih nggak lihat sisa-sisa kerajaan Sunda, tapi lihat berbagai macam kapal dan juga kesibukan orang-orang yang di pelabuhan ternyata jadi hiburan tersendiri dibanding harus ke mall. Yang pasti tempat ini salah satu tempat favourit beberapa pasangan yang ingin menikah melakuka pre-wedding photos.
Yes, sudah selesai ke semua tujuan mulai dari museum sampai ke pelabuhan, oh iya saya setiap hari melewati Menara Syahbandar, Gedung VOC, Museum Bahari dan Pelabuhan Sunda Kelapa, karena tinggal di daerah Pluit tapi dari dulu nggak pernah kepikiran mau mampir, untungnya saya memutuskan untuk datang melihat karena tempat-tempat ini ternyata menyenangkan.
Untuk menutup perjalanan #TourDeMuseum Part 2, kita milih makan malam seafood di Restaurant Pondok Sedap Malam... nyam nyam nyam....
Sampai TourDeJKT berikutnya.....
Yes, sudah selesai ke semua tujuan mulai dari museum sampai ke pelabuhan, oh iya saya setiap hari melewati Menara Syahbandar, Gedung VOC, Museum Bahari dan Pelabuhan Sunda Kelapa, karena tinggal di daerah Pluit tapi dari dulu nggak pernah kepikiran mau mampir, untungnya saya memutuskan untuk datang melihat karena tempat-tempat ini ternyata menyenangkan.
Untuk menutup perjalanan #TourDeMuseum Part 2, kita milih makan malam seafood di Restaurant Pondok Sedap Malam... nyam nyam nyam....
Sampai TourDeJKT berikutnya.....

0 comments:
Post a Comment