Wednesday, June 20, 2012

Tour De Museum - Part 3


Wooohoooooo.... another Tour de Museum Trip.... selalu senang dengan jalan-jalan ke tempat baru dibanding harus bolak-balik ke mall, atau cuma nongkrong nggak jelas di coffee shop.... *tapi tetap sih sering banget ngemall dan juga ngopi cantik.... hihihihihi...

Anyway kali ini tema Tour de Museum-nya ke semua museum di daerah Menteng dan sekitarnya, jadi kalo bisa dilihat dari fotonya semua yang didatangin nggak jauh dari museum sejarah.
Mau tahu kita kemana aja?




Museum pertama yang kita datangin, Gedung Joang 45, pas kita datang masih sepiiiii bangetttt.... dan seperti biasa mesti bayar tiket masuk yang jumlahnya buat saya koq kayaknya terlalu murah, tapi yah gimana yah bayar Rp 2000 aja jarang banget wisatawan lokal yang mau datang. Anyway dipintu masuk ternyata ada 1 kelompok anak muda yang lagi latihan musik gitu, senang juga dengerinnya soalnya mereka membawakan lagu keroncong dan lagu daerah gitu. Abis itu masuk ke dalam, ternyata ada 1 anak kecil yang hampir setiap akhir pekan ada di Gedung Joang 45, katanya sih dia suka ada disitu. Lucu yah, jarang banget ketemu anak kecil suka museum disini. Oh iya museum ini tadinya hotel yang dimiliki oleh orang Belanda, tapi akhirnya dibikin jadi museum. Yang bisa diliat disini lebih banyak foto-foto dan poster pada saat perjuangan dulu selain itu dihalaman belakang juga ada mobil presiden dan wakil presiden yang kalo diliat fisiknya sih masih bagus banget.

Lanjut, ke Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, sebenarnya pas nyampe museum ini agak ngeri karena didalamnya ada lokasi dimana Jenderal Ahmad Yani tewas akibat tembakan PKI. Dan sebelum masuk ke ruangan utama, ada beberapa foto-foto kegiatan Jenderal Ahmad Yani dan ibu, tapi saya nggak liat semua soalnya takut kalo misalnya ada foto-foto pas G 30 S/PKI.
Masuk ke ruangan utama, bisa liat jendela yang pecah dan tanda ditembok karena proyektil peluru, ada juga tanda di lantai dimana Jenderal Ahmad Yani terbunuh. Nah kalo masuk ke kamar bapak, ada juga tanda ditembok bekas kesamber petir dan semua furniture yang dipakai beliau dan keluarga semasa hidupnya. juga masih terawat dengan baik. Didalam kamar juga ada koleksi aksesoris, pakaian dari Jenderal A Yani dan bisa tahu banget ternyata bapak punya selera yang bagus dan tahu banget gimana harus tampil gaya. :)
Oh ya ada 1 kamar tidur yang juga bikin saya takut, soalnya isinya boneka koleksi dari salah satu putri Jenderal A Yani....itu loh boneka yang bentuknya kaya bayi, yang keliatan hidup banget, jadi berasa liat Chucky.. Terus kalo mampir kesana, yang berasa banget rumah itu wangi deh, beda banget sama museum yang pernah saya datangin sebelumnya. Nah tadinya mau lanjut ke Museum AH Nasution, tapi kata penjaga disana udah tutup soalnya penjaga Museum AH Nasution baru aja datang. Ya udah deh, ganti tujuan. Eh lupa kasih tahu, masuk museum ini gratis loh.

Museum selanjutnya, Museum Penyusunan Naskah Proklamasi, museum ini berlokasi di Jln Imam Bonjol No 1, nah ini yang pertama bikin saya bingung soalnya lokasinya ada ditengah-tengah koq nomornya bisa nomor 1 yah, nggak ada yang ngerti sistem penomorannya. Anyway masuk ke dalam pertama yang dilihat ada Grand Piano dibawah tangga, abis itu ada ruang meeting, ruang duduk, dan halama belakang yang luas bangetttt....Menyenangkan sekali duduk dihalaman belakang, dan katanya dibelakang situ ada bunker tapi kita nggak sempat liat. Naik keatas terasnya juga menyenangkan, langsung bayangin ngopi sambil liat mobil berseliweran. Nyaman banget, apalagi banyak pohon dan pas saya datang kesana lagi gerimis. Dan yang bikin kita agak norak, kamar mandinya udah ada bath up-nya loh. Oh iya disini juga ada 1 anak kecil lagi, dan dia hafal museum-museum sekitar Menteng karena kita juga sempat nanya-nanya ke dia. Amazing... dia suka datang kesana naik sepeda dan stay disana seharian.

Tujuan selanjutnya, Tugu Proklamator, senang banget bisa lihat sendiri patung Soekarno dan Hatta, karena sempet kerja dekat sana selama 2 tahun tapi nggak pernah kesampean mau mampir kesana. Tapiiiii pas masuk ke halaman Tugu Proklamator langsung bete, tempatnya seperti nggak kerawat dengan marmer kotor, pecah, banyak coretan dimana-mana, mulai dari tugu Petir, patung Soekarno-Hatta sampai batu naskah Proklamasi. Huhhh.... banyak sampah, dan banyak yang lagi tidur-tiduran, plus anak kecil main sepak bola.

Dari sana kita ke daerah Kramat untuk mengunjungi Museum Sumpah Pemuda, sesuai dengan namanya museum ini terdapat banyak foto kegiatan dan pergerakan anak muda khususnya kegiatan Kongres Pemuda sampai perumusan Sumpah Pemuda. Selain itu ada biola milik WR Supramat, pengarang lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Ada 1 poster yang saya foto karena saya suka kata-katanya, jadi bunyinya seperti ini :
'Aku hanya orang biasa yang bekerja untuk Bangsa Indonesia dengan Cara Indonesia, namun yang penting untuk kalian yakini sesaatpun aku tak pernah mengkhianati tanah air dan bangsaku, lahir maupun batin aku tah pernah mengkorup kekayaan negara. Aku bersyukur kepada Tuhan yang telah menyelamatkan langkah perjuanganku.' - Ki Hajar Dewantara
Pesan ini khusus buat bapak-bapak dan ibu-ibu yang suka korupsi, malu donk!

Selesai museum-museum, kita mengakhir dengan mengunjungi Jln Surabaya, tempat untuk berburu barang antik. Buat yang belum pernah kesana, kayak saya ini, tempat ini seru banget deh bisa liat barang-barang unik mulai dari uang lama, patung, batik, koper, piringan hitam, sampai ada juga perlengkapan selam jaman baheula. :)
Yang bikin saya penasaran, apakah penjual disana selalu stock opname, pasti pusing banget yah secara barangnya beda-beda semua dan kayaknya naruh barangnya juga scatter di tokonya.

Yes selesai sudah jalan-jalan hari ini... next rencananya mau ke daerah Jakarta Timur dan TMII....
Dan kalo bisa bikin 1 hari lagi buat datangin museum-museum yang belum kita datangin.....
So ada yang mau ikut? :)


1 comment:

WALL- e said...

Hey seem like u and i have the same interest about "tour de museum", how about check back my blog. Thanks